KELAS

Jadwal Kegiatan
Sabtu, 26 Maret 2016

Kontak
temukomunitasfilm@gmail.com

Update: 19 Maret 2016

Total peserta terverifikasi: 345 orang dari 95 komunitas, kelompok, dan lembaga yang tersebar di 33 kota atau 14 provinsi—yang terbagi dalam enam kelas. Daftar peserta masing-masing kelas dapat dilihat dalam kotak-kotak informasi di bawah ini. Peserta diberikan kesempatan untuk mengganti kelas dan/atau peserta kelas saat pendaftaran ulang pada Jumat, 25 Maret 2016.

Semua kelas berjalan paralel, kecuali Kelas Penulisan Proposal Kegiatan yang akan berlangsung lebih awal. Peserta tidak diperkenankan untuk bertukar kelas selama program berlangsung.

Kegiatan ini tidak menarik biaya keikutsertaan. Bagi nama-nama yang sudah terdaftar di sini, pihak penyelenggara menyediakan kebutuhan pertemuan berupa tempat pertemuan, peralatan, serta tempat menginap. Peserta menanggung secara mandiri transportasi serta makan selama kegiatan berlangsung.

Sabtu, 26 Maret 2015
10.00-12.00 WIB

Maksimal 1 orang per komunitas

Proposal kegiatan komunitas film seringkali mengabaikan tata cara penulisan yang baik dan prosedur penulisan yang efisien. Padahal ia penting agar bisa menggambarkan keseluruhan acara tanpa bertele-tele.

Kelas ini akan mengupas teknik-teknik penulisan proposal kegiatan, mulai dari dasar pemikiran mengenai kegiatan itu sendiri, tata tulis yang baik, hingga bentuk final dari sebuah proposal.

Kelas dipandu oleh Idaman Andarsmoko.

Jumlah peserta yang terdaftar: 58 orang.

Sabtu, 26 Maret 2016
14.00-17.00 WIB

Maksimal 2 orang per komunitas

Pemutaran maupun festival film sudah menjadi bagian penting dari kegiatan komunitas film. Keduanya tidak saja menjadi tempat bertemunya pembuat film dengan penonton, tapi juga pihak-pihak lain yang berminat terhadap film alternatif.  Pertemuan inilah yang melahirkan kemungkinan-kemungkinan baru, yang dapat mendukung perkembangan perfilman di tingkat lokal.

Kelas ini bertujuan memberikan masukan, strategi, serta sudut pandang baru kepada komunitas film dalam mengoptimalkan potensi kegiatan ini sesuai dengan visi dan misi yang ingin dicapai. Melalui kelas ini, setiap komunitas penyelenggara diharapkan dapat menjadi fasilitator yang baik bagi pengelolaan kegiatan pemutaran maupun festival film, sehingga memungkinkan tumbuh-kembang berbagai kerjasama baru pada masa mendatang.

Kelas ini dipandu oleh duet Boemboe, Lulu Ratna dan Amin Shabana, yang akan didampingi oleh pembicara tamu dari COFFIE.

Jumlah peserta yang terdaftar: 101 orang.

Sabtu, 26 Maret 2016
14.00-17.00 WIB

Maksimal 1 orang per komunitas

Penghargaan tertinggi sebuah film adalah ketika film itu diputar di bioskop, baik itu bioskop mainstream atau bioskop sidestream (alternatif). Tidak seperti bioskop mainstream, bioskop sidestream seringkali tidak memiliki kontrol akan kualitas kelayakan dan kenyamanan pemutaran. Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam memutar film: kualitas materi film itu sendiri, kemudian kualitas tempat pemutaran.

Kelas ini akan memaparkan mengenai pentingnya kelayakan dan kenyamanan pemutaran film, serta panduan bagaimana untuk mencapainya.

Kelas dipandu oleh Ahsan Andrian, mantan teknisi untuk berbagai pemutaran dan festival film.

Jumlah peserta yang terdaftar: 45 orang.

Sabtu, 26 Maret 2016
14.00-17.00 WIB

Maksimal 1 orang per komunitas

Keberkaryaan dalam film tidaklah serta-merta, tidak bermula dari ruang hampa. Terlebih lagi film, yang salah satu kekuatan utamanya adalah menanggapi, memperolok, mencandai, dan mempermainkan segala yang hidup di sekitar kita.

Perfilman yang sehat tidak saja terus menghasilkan film, tapi juga secara konsisten merefleksikan kembali apa yang sudah dihasilkan. Oleh karenanya, produksi harus tumbuh beriringan dengan kritik dan apresiasi film. Kehadiran ruang-ruang apresiasi dan kritik film adalah suatu hal yang tak bisa ditawar.

Tapi, apakah yang sebenarnya dimaksud dengan “apresiasi” dan “kritik”? Apa yang sebenarnya kita kontribusikan melalui apresiasi dan kritik film? Apa saja wujudnya? Bagaimana pula posisi kita, sebagai penonton dan pegiat komunitas film, di tengah keragaman persepsi terhadap film—tidak saja di antara sesama penonton, tapi juga di hadapan penyelenggara negara dan pasar?

Kelas ini akan mengupas seluk-beluk budaya film di Indonesia, dari perspektif pelaku apresiasi dan kritik film.

Kelas dipandu oleh duo juru kunci Cinema Poetica, Adrian Jonathan Pasaribu dan Makbul Mubarak.

Jumlah peserta yang terdaftar: 51 orang.

Sabtu, 26 Maret 2016
14.00-17.00 WIB

Maksimal 1 orang per komunitas

Saat ini, istilah ‘distribusi film’ kian bergema. Teknologi telah membuka kemungkinan dan cara pandang baru pada definisi kerja distribusi. Setelah sekian lama orang enggan mengkhususkan kelompok/dirinya di ranah distribusi, kini mulai banyak pemain baru.

Kelas ini akan mengupas horison teknologi dalam membantu kerja-kerja distribusi dan pemasaran film.

Kelas dipandu oleh Dimas Jayasrana, manajer konten Viddsee untuk Indonesia.

Jumlah peserta yang terdaftar: 46 orang.

Sabtu, 26 Maret 2016
14.00-17.00 WIB

Maksimal 1 orang per komunitas

Beberapa pembuat film, termasuk pembuat film pendek, merasa bahwa dalam membuat film pendek tidak perlu menghabiskan banyak waktu memikirkan cerita. Yang penting adalah spontanitas berkreasi pada saat syuting. Kalaupun perlu membuat cerita, siapa saja bisa melakukannya, karena sejak kecil kita sudah belajar menulis dan setiap dari kita pasti punya cerita keren untuk dijadikan film. Apa benar demikian?

Akira Kurosawa, seorang maestro film dari Jepang, mengatakan dengan skenario yang baik, sutradara hebat bisa menghasilkan mahakarya. Dengan skenario yang sama, sutradara yang biasa-biasa saja bisa menghasilkan karya yang lumayan. Tapi dengan skenario yang buruk, sutradara hebat sekalipun tidak bisa menghasilkan film yang baik.

Kelas ini akan mengajak partisipan mendiskusikan urgensi meluangkan waktu untuk membuat cerita yang solid dalam proses pembuatan film, juga membahas apa saja yang perlu dipikirkan dan dilakukan untuk bisa menghasilkan sebuah film pendek yang baik, khususnya dari segi cerita.

Kelas dipandu oleh Perdana Kartawiyudha, pendiri dan direktur Serunya.

Jumlah peserta yang terdaftar: 69 orang.

Berbagi

Send this to a friend